SELEBRAZINE EPS 3 · SELEBRAZINE / Culture / Kits / Local Clubs

SEPAKBOLA UNTUK SEMUA!

Merawat harapan dan cita cita

SEPAKBOLA UNTUK SEMUA!

JERSEY SEBAGAI MANIFESTASI, KOLEKSI, DAN INVESTASI

Menjaga Marwah

    Jersey merupakan seragam tanding kesebelasan tim sepak bola, yang diserap dalam Bahasa Indonesia menjadi jersei.

Ngomong-omong tentang jersei kurang rasanya bila tak membahas jersey Persiba Bantul, sebuah tim kabupaten dengan budaya pendukungnya membeli jersei original yang terbentuk beberapa tahun belakangan.

Jersey merupakan sebuah identitas, bentuk kesetiaan dan kebangaan bagi para supporter. Sebagai sebuah identitas sudah selayaknya kita bangga mengenakannya sebagai wujud menunjukan kesetiaan kita.

Selain itu memperkenalkan kepada khalayak umum tentang sebuah keindahan kaus bola tim Kabupaten Bantul ini.

Jersey merupakan sebuah identitas, bentuk kesetiaan dan kebangaan bagi para supporter. Sebagai sebuah identitas sudah selayaknya kita bangga mengenakannya sebagai wujud menunjukan kesetiaan kita.

Selain itu memperkenalkan kepada khalayak umum tentang sebuah keindahan kaus bola tim Kabupaten Bantul ini.

Jersey juga menjadi bagian dari sejarah dan cerita perjuangan Persiba Bantul, melalui jersey banyak ingatan-ingatan dan kenangan tentang bagaimana tim ini bertahan dan berjuang tiap musimnya.

Tentang cerita tanpa kemenangan pun dalam satu musim disaat yang bersamaan jersei Denim menjadi bahasan hangat dikalangan penikmat jersei dan masyarakat umum, tentang jersey merah bertuliskan PSG di dada dan gol-gol indah waktu itu.

Dengan menyimpan jersei Persiba Bantul cerita manis dan pahitnya perjalanan Persiba Bantul akan terus terjaga.

Sebuah gerakan untuk bangga mengenakan jersei Persiba Bantul dari sebuah hastag #JerseykanSSA.

Gerakan untuk bangga mengenakan jersei Persiba Bantul disaat melihat Persiba Bantul berlaga, lebih dalam lagi gerakan ini juga mengajak kita sebagai pandemen Persiba Bantul untuk membeli jersey original dan mendukung Persiba Bantul dengan cara membeli jersey original.

SEPAKBOLA KOTAMU ADALAH HARGA DIRIMU

Persiba Bantul Till I Die

    Sebagian orang pasti asing dengan nama Persiba, apalagi yang berasal dari luar daerah Yogyakarta. Memang klub ini berasal dari sisi Selatan Yogyakarta. Sebagian orang lebih mengenal Pantai Parangtritis daripada klub sepakbola yang berada di kota pantai tersebut berada.

Ya, ini Persiba Bantul, klub kebangaan Masyarakat Bantul yang berdiri pada 21 September 1967 yang usianya melebihi setengah abad, lebih tepatnya 56 tahun.

Klub ini lama berlalu lantang pada kompetisi liga Indonesia, sempat di kasta tertinggi hingga akhirnya harus menerima kenyataan pada tahun 2014 semakin turun performanya hingga pada saat ini berada di Liga 3 Provinsi DIY tahun 2023.

Namun, itu semua tidak membuat semangat dari supporter pendung setia Persiba serta pandeman Persiba Bantul menjadi surut. Animo itu kembali dalam 4 laga yang sudah dijalani pada kompetisi Liga 3 Provinsi DIY 2023. Terlihat banyak pendukung Persiba Bantul yang tetap setia mendukung Persiba kapanpun Persiba berlaga.

Kibaran bendera, wajah-wajah yang tertawa akan kemenangan, setiap akhir pekan menghiasi jalanan Bantul.

Sebab dari laga yang telah dijalani, performa Tim Persiba Bantul saya rasa sangat baik. Pertandingan 4 laga clean sheet serta menjadi juara grub B Kompetisi Liga 3 Provinsi DIY.

Memang aneh ketika teman teman mu memilih klub kota lain, tetapi percayalah pilihanmu/ku tidak akan salah. Kebanyakan orang akan melupakan dan mencari yang baru dengan segenap suka cita yang diperbarui.

Saling menguatkan satu teman supporter dan yang lain,

“Mboh pie carane Bantul ki yo tetep Persiba”

HARAPAN DIPENGHUJUNG TAHUN 2023

Sebuah cerita tentang kecewa, ingatan, kesetiaan, dan keyakinan yang tak pernah benar-benar hilang.

5 tahun telah berlalu sejak kejadian di Ciamis. Kejadian dimana Persiba Bantul harus menerima kenyataan untuk tidak naik kasta. Padahal hasil seri saja sudah mampu mengantarkan Persiba kembali ke Liga 2.

Tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa ada segelintir orang yang tidak ingin Persiba berjaya lagi. Persetan untuk mereka semua yang terlibat, semoga hidup mereka bahagia.

Namun, saya pribadi menolak untuk melupakan kejadian tersebut dan memilih untuk merawat ingat hingga detik ini.

Kecewa itu pasti, tetapi itu bukanlah alasan bagi kita untuk pergi. Pada malam itu banyak orang yang mencoba menguatkan satu sama lain dengan berbagai cara.

Status yang saya buat setelah wasit meniupkan peluit panjang itu merupakan salah satu cara untuk menguatkan kawan-kawan.

“Yang lelah biarlah menepi, Yang cinta tetaplah berdiri”

Kata itulah yang terbersit di fikiran dan saya jadikan status instagram saya. Beberapa bagian dari saya pun turut menyebarluaskan status tersebut.

Akhir tahun 2018 menjadi sebuah memori kelam bagi pecinta bola Bantul. Apalagi beberapa orang yang berbondong-bondong menuju ke barat dan berharap menjadi saksi kembalinya kejayaan Persiba.

Pada akhir tahun 2023 kami bertemu lagi dengan harapan itu. Harapan yang selalu kami semogakan itu kini mulai terlihat lagi setelah Laskar Sultan Agung berhasil lolos ke fase semifinal.

Tidak tanggung-tanggung, kesebelasan ini melaju ke semifinal dengan menghancurkan seluruh lawannya tanpa ampun.

Perjalanan untuk menjemput kejayaan ini masih panjang. Persiba Bantul masih harus lolos ke fase final untuk mengamankan posisi di Liga 3 nasional.

Tidak cukup disitu, Persiba juga harus menghadapi kesebelasan lain di putaran nasional nantinya. Memang tidak mudah tetapi sebagai penganut ideologi ultras kita harus selalu yakin dan percaya.

Kembali ke Liga 2 menjadi harapan besar kita semua saat ini.

Langkah utama yang harus dilakukan ialah lolos ke final dan itu akan terjadi di Desember tahun ini.

KEPINGAN EMAS DI DALAM TUANYA BETON TRIBUN

Sepak bola adalah ruang bersama. Tentang menjaga, mendidik, dan menyiapkan generasi tribun berikutnya.

    Sepak bola boleh dinikmati siapa saja, karena olahraga ini adalah alat pemersatu, dari usia muda tua hingga anak anak yg terbawa oleh orangtuanya yg mencintai tim kebanggaannya (Persiba Bantul), dan tidak ada larangan kalangan ataupun umur, tanpa adanya batasan antara itu semua.

Majunya jaman dan pemikiran yg lebih ke saling toleransi dalam isi tribun, kita wajib menyuarakan hal hal positif demi sepakbola bisa dinikmati sekarang dan seterusnya, seperti yg sudah dilakukan suporter lainya, seperti no smoking untuk area anak anak dan wanita, no sexisme ataupun lebih ke menghargai kalangan perempuan dalam tribun, adapun tempat khusus seperti diatas, walau itu terjadi di area supporter dan ada anak anak dan perempuan alangkah baiknya kita lakukan mulai dari diri sendiri.

Jika mengintip disela sela riuhnya tribun, Cantiknya bidadari tribun Utara menambah daya tarik bagi seisi tribun, juga penting bagi kita untuk saling menjaga.

Tak sadar kita menyampingkan pandangan pada kalangan anak anak yg juga riuh dan mengikuti euforia yg terjadi, merekalah generasi yang akan datang meneruskan kita semua.

Ajari hal positif, edukasi tentang cara mendukung, tanami mereka cinta untuk mencintai tim kebanggaan kita semua Persiba bantul, karena merekalah ultras-ultras dimasa mendatang.

“Sayang jika kepingan emas-emas kecil dalam tuanya beton tribun itu tidak kita simpan, semakin tua emas semakin mahal harganya, seperti halnya generasi tribun utara, jika tidak kita rawat dan tanam mulai sekarang lalu kapan?”

SEPAKBOLA UNTUK SEMUA

Menjaga tribun tetap aman, tertib, dan nyaman adalah bagian dari cara mendukung tim.

Dari sekian banyak opsi chaos antar suporter, memilih turun dari tribun sebelum peluit pertandingan usai hal ini menjadi salah satu tindakan yang paling bodoh karena selain akan bersinggungan langsung dengan jalannya pertandingan yang hampir pasti imbas terbesarnya ke tim, hal ini tidak hanya merugikan tim yang kalian dukung, namun juga mempengaruhi penonton umum lainnya yang datang untuk menikmati pertandingan.

Selain itu, cara ini seakan akan mempermudah A.C.A.B menandai wajah kalian satu persatu.

Dalam setiap situasi, penting untuk mempertimbangkan konsekuensi dari tindakan kita. Menyelamatkan diri dari potensi konflik fisik, menjaga ketertiban di stadion, dan menghindari tindakan yang melanggar hukum adalah cara yang lebih bijak dan bertanggung jawab.

Terciptanya ruang aman bagi anak-anak, perempuan, dan penonton umum di lingkungan stadion merupakan aspek yang sangat penting sebagai upaya meningkatkan stigma positif suporter dimata masyarakat.

SEPAKBOLA UNTUK SEMUA

Use ← → keys