SELEBRAZINE EPS 5 · SELEBRAZINE / Culture / Local Clubs
OUR STORY, OUR GLORY

HINGAR BINGAR MENUJU BABAK NASINONAL
"Nanggung wes final sisanke juara"
Persiba tetap kokoh di puncak dengan perolehan 12 point serta menjadi juara grub B pada Liga 3 DIY 2023.
Persiba bertemu runner up grub A yaitu Bantul United pada laga semifinal yang diadakan di Stadion Sultan Agung Bantul dengan tidak boleh dihadiri penonton. Sebuah aturan yang saya pikir sedikit aneh.
Laga semifinal tersebut bukan merupakan derby melainkan Persiba Bantul melawan tim antah berantah yang menggunakan embel embel nama Bantul.
Sore itu Hari Rabu, tanggal 20 Desember 2023, tepat dimana laga semifinal Liga 3 DIY dimulai untuk memperebutkan tiket menuju Liga 3 nasional yang rencana diadakan pada bulan Januari.
Hari itu supporter Persiba serta pengemar Persiba Bantul dilarang untuk melihat secara langsung di Stadion Sultan Agung Bantul karena dilarang oleh asosiasi sepakbola Indonesia provinsi DIY.
Tetapi gairah sepakbola itu masih tetap ada pada pendukung dan supporter Persiba. Beberapa supporter juga mengadakan nonton bareng pada laga Persiba sore itu.
Laga yang menurut saya merupakan laga sengit karena tim asli Bantul melawan tim antah berantah menggunakan embel embel Bantul.
Tiupan peluit babak pertama, Persiba tampil menyerang, hingga pada menit ‘27 Persiba berhasil membobol pertahanan Bantul United. Asist yang diberikan oleh master of class Gondrong (Aldito) dan di lesatkan ke gawang oleh Galih.
Skor bertahan 1-0 untuk Persiba Bantul hingga babak satu selesai.
Pertandingan babak kedua dimulai, beberapa kali Bantul United kelihatan mulai menyerang tetapi sulid menembus pertahanan kokoh Persiba Bantul.
Beberapa kali Bantul United menendang ke arah kipper dan mampu ditepis oleh kiper Persiba Bantul (Dio). Tetapi tim Persiba Bantul tidak kunjung diam, Persiba juga menyerang pertahanan Bantul United tetapi hingga menit terakhir skor pertandingan tidak berubah, masih 1-0 untuk keunggulan Persiba Bantul.
Harapan yang dinanti pendukung Persiba Bantul untuk lolos babak Nasional terpanjat khusyuk di Stadion Sultan Agung Bantul. Pada sore itu Persiba Bantul dipastikan lolos babak selanjutnya Liga 3 Nasional.
Suasana nonton bareng yang berada di Sakatembi terlihat euforia sangat berapi-api. Supporter Persiba Bantul saling berjabat tangan mengucapkan kata:
“selamat untuk tim kita”
untuk meryakan lolos ke babak nasional.
Pertandingan selanjutnya yaitu laga final Persiba Bantul bertemu PSHW UMY yang akan dilaksanakan Hari Selasa, tanggal 26 Desember 2023.
Dalam perebutan juara satu ini Persiba Bantul harus menang.
“Nanggung wes final sisanke juara”
Persiba Bantul dan Indonesia Super League (ISL)
Pada penghujung kompetisi Indonesia Premier League dan berakhirnya dualisme PSSI pada tahun 2013, Persiba Bantul akhirnya bisa berkompetisi di Indonesia Super League pada tahun 2014 setelah lolos verifikasi bersama 3 klub lainnya yaitu Semen Padang, Persijap Jepara, dan PSM Makassar.
Pada Indonesia Super League ini Persiba Bantul tergabung di grup Timur bersama tim-tim besar seperti Persipura Jayapura, PSM Makassar, Persebaya Surabaya, Persela Lamongan, dan saudara jauhnya Persiba Balikpapan.
Persiba Bantul dalam menjalani kompetisi Indonesia Super League diperkuat beberapa pemain lama seperti Wahyu Tanto, Ugiex Sugianto, Wahtu Tri, Slamet Widodo, Johan Manaji, dan the one and only Ezequiel Gonzales.
Selain itu Persiba Bantul juga diperkuat beberapa pemain yang sudah malang melintang di sepakbola Indonesia seperti Jejen Zaenal, Ngon A Djam, dan Emile Mbamba, ditambah pemain asal Jepang Atsushi Yonezawa.
Sayang, diakhir kompetisi Persiba Bantul harus puas menjadi juru kunci wilayah Timur dengan hanya meraih 2 kemenangan, 2 hasil seri, dan 15 kekalahan.
Hasil ini menjadi hasil terburuk selama 5 musim terakhir keikutsertaan Persiba Bantul di kompetisi sepakbola Indonesia.
Dengan semangat membara dan kolaborasi, harapannya musim ini menjadi titik awal untuk kembali berkompetisi dilevel tertinggi sepakbola Indonesia.
Semoga setiap pertandingan penuh semangat dan keberanian, yang kemudian menghadirkan momen indah untuk para penggemar.
FINAL REGIONAL
Tentang euforia, harapan, dan beban moral
Orang-orang diluar sana menganggap "Halah baru regional", ya tidak ada masalah apapun itu disematkan kepada tim yg kita cintai ini (Persiba Bantul).
Laga final regional, apapun itu final ya final. Final yang kami tahu hanya ada dua, antara angkat piala atau juara di hati pendukungnya.
“Final yang kami tahu hanya ada dua, antara angkat piala atau juara di hati pendukungnya.”
Selangkah lagi menuju putaran nasional, Persiba Bantul dibilang memiliki hasil yang sangat baik hanya sekali kalah difase grub dan mematahkan Bantul United di semifinal, yang digadang-gadang bakal ketemu difinal regional, nyatanya final itu terjadi di semi final.
Lega sudah, match lawan Bantul United yang penuh drama, selesai. Dengan tiba-tiba pertandingan dilaksanakan tanpa dihadiri penonton, terasa ada janggal yang membuat seluruh tim ini (Persiba Bantul) dan seluruh pendukungnya seperti di mainkan oleh federasi, dihari semi final kemarin.
Final ini sudah terasa euforia nya saat para pendukung berarak arakan dari acara nobar menyambut punggawa Persiba Bantul di mess atau lapangan Sumber Agung. Euforia yang sangat-sangat gembira terpancar dari seluruh pendukung tim ini.
Setibanya para pemain serta official tiba dan mengucap syukur, bangga, bahagia bisa melaju final.
Final regional sendiri adalah fase terakhir babak penyisihan Liga 3 dari provinsi, yang dimana nanti berhasil juara akan melaju ke putaran nasional.
Para pendukungpun berharap besar final regional ini menjadi hadiah manis atupun sebuah pemberian dari Persiba untuk para pendukung nya yg masih setia, bahkan akan setia hingga angkat piala dan lolos ke Liga 2.
Sementara itu para pemain seakan-akan memikul beban yang berat, final adalah ekspetasi yang besar, tapi apapun itu yang terjadi di final, itulah sepakbola ada yg menang ada yang kalah.
Final regional yang cukup membuat jantung berdetak cepat, hati berdebar hebat dan cemas yang sangat mengahantui.
“AYO PERSIBA, KAU PASTI BISA AYO LASKAR SULTAN AGUNGKU"

